Info lengkap tentang travelling ke Jepang (All about Japan A to Z)

Sekilas Tentang Jepang

Jepang, atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Japan, atau Nihon dalam bahasa Jepang itu sendiri, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Negara yang sering dijuluki sebagai Negeri Sakura atau Negeri Matahari Terbit ini adalah perpadauan antara masa lalu dan masa depan. Teknologi canggih, deretan pencakar langit, fashion dan gaya hidup modern berkembang bersama tradisi dan kebudayaan yang telah berumur ribuan tahun. Jepang adalah suatu teater kontradiksi. Banyak perusahaan dan korporasi Jepang, ambillah contoh Mitsubishi, Toyota, Nissan, Honda, Canon, dll mendominasi di dunia. Namun ketika membaca berita finansial sepertinya Jepang sedang dalam masalah keuangan yang parah. Banyak kota besar di Jepang sangat modern dan berteknologi tinggi, namun bangunan kayu klasik dan kuil keluarga berumur ratusan tahun masih dapat ditemukan di sebelah kondominium mewah yang harga sewanya mencapai ¥2.000.000 atau sekitar Rp 200.000.000,- per bulan. Anime-anime yang cute bertebaran, namun pornografi yang paling hardcore pun dapat ditemukan di tempat yang sama. Ketika saya tinggal di apartemen saya dulu yang jelek, dari jendela kecil tempat saya merokok di malam hari bisa dilihat suatu kondominium mewah yang di dalamnya terdapat baying-bayang TV raksasa yang lebih tinggi dari manusia. Di apartemen saya yang sekarang ini meskipun relatif modern dengan toilet otomatis ber-touchscreen (ya, beneran), dari balkon saya masih bisa melihat suatu balkon apartemen kecil berpintu geser kayu, di mana seorang kakek sepuh akan keluar beberapa kali sehari untuk melihat bonsai-bonsainya. Begitu juga pemandangan para eksekutif Jepang yang berdasi dan berjas, namun melakukan pembicaraan bisnis duduk tanpa kursi sambil menikmati teh hijau panas. Kebudayaan yang amat beragam ini menurut saya akan membuat kemungkinan anda akan bosan di Jepang menjadi kecil sekali.

Sejarah Jepang

Kepulauan Jepang mulai dihuni mulai 50.000 tahun lalu menurut bukti-bukti arkeologi. Menurut legenda yang ada di masyarakat, Kaisar Jimmu memerintah mulai abad ke-7 sebelum Masehi dan terus menerus menurunkan tahtanya sampai kekaisaran yang sekarang ini. Namun para arkeolog dan sejarawan mengatakan bahwa menurut bukti-bukti yang ada, kekaisaran ini dimulai dari abad ke-3 Masehi yang disebut sebagai Periode Kofun, dimana Jepang mendapat pengaruh kuat dari China, mulai penggunaan sumpit, agama Buddha Mahayana, sampai permainan Go.

Pada Periode Asuka, Jepang mulai memiliki pemerintahan sentral dan baru pada Periode Nara, Jepang memiliki kekaisaran yang kuat beribukota di Nara. Kemudian pada Periode Heian ibukota Jepang dipindahkan ke Kyoto. Pengaruh China juga sangat kuat pada masa ini sehingga tak heran kebudayaan Jepang ada mirip-miripnya dengan China. Kemudian ada Periode Kamakura dan Periode Muromachi. ketika para samurai memiliki kekuatan politik. Samurai terkuat yang memiliki pengaruh ini disebut Shogun. Terjadilah perang turun-temurun antar penguasa daerah ini sampai Tokugawa Ieyasu berhasil menyatukan kembali Jepang pada tahun 1600. Shogun Tokugawa memerintah dari Edo atau yang hari ini disebut sebagai Tokyo.

Selama ribuan tahun sejarahnya, kontak Jepang hanya dilakukan dengan China dan Korea. Hal ini berubah ketika sebuah kapal AS dibawah kepemimpinan Matthew Perry mendarat di Yokohama pada 1854 dan memaksa Jepang membuka diri untuk perdagangan dengan dunia barat. Perjanjian pun ditandatangani dan para shogun pun kehilangan kekuasaan ketika timbul Restorasi Meiji pada 1867. Restorasi Meiji ini mirip pemaksaan globalisme pada masyarakat Jepang namun ternyata memiliki pengaruh baik bagi modernisasi. Industri Jepang sangat berkembang setelah Restorasi meiji, dibuktikan dengan perkembangan teknologi, universitas, pabrik-pabrik, bangunan dari batu bata, serta pembangunan bandara serta rel kereta api. Perkembangan Jepang sangat pesat pada masa ini, bahkan gempa bumi pada 1923 yang menghancurkan lebih dari 70% Tokyo dan membunuh 100.000 orang, nyaris tidak dapat menghentikan perkembangan ini.

Jepang yang memiliki wilayah sempit dan sumber daya yang terbatas, akhirnya melakukan invansi ke China. Pada 1895 Jepang menguasai Taiwan, Korea, dan sebagian Manchuria. Bahkan pada 1905 Jepang mengalahkan Rusia, yang dicatat sebagai kejutan sekaligus titik balik sejarah bahwa bangsa Asia bisa mengalahkan bangsa Eropa yang pada waktu itu dianggap tak terkalahkan. Pada 1931 Jepang melakukan serangan total ke China dan pada 1941 telah memiliki armada yang amat kuat. Tahun itulah Jepang menyerang Pearl Harbor, menghancurkan armada Pasifik Amerika Serikat sebagai persiapan menguasai Asia Tenggara yang kaya sumber daya alam. Bersekutu dengan Jerman dan Italia dalam perang yang dikenal sebagai Perang Dunia ke-II ini, akhirnya Jepang menyerah ketika bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Jepang diduduki bangsa asing, dan kekaisaran kehilangan kekuasaannya. Jepang mulai saat itu menjadi bangsa demokratis dengan Amerika Serikat membangun pangkalan perangnya di sana. Jepang tidak lama-lama dalam kehancuran akibat kalah perang. Hanya sepuluh tahun setelah bom atom, Hiroshima dan Nagasaki telah kembali menjadi pusat ekonomi yang kuat seperti sebelum perang. Produk-produk Jepang membanjiri pasar negara barat dan korporasi besar di Jepang semakin menggurita. Dengan adanya kerjasama antara pemerintah dan para pengusaha (sering disebut sebagai Japan Inc. di barat), bangsa kepulauan kecil yang hancur dalam perang telah kembali sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Namun tiada pesta yang tak berakhir. Pertumbuhan yang pesat ini juga akhirnya usai. Bursa saham Tokyo, Nikkei, akhirnya kolaps pada 1989, turun berantakan. Harga real estate jatuh sampai sepertiga, bursa saham turun sampai setengah, ditambah lagi sebuah gempa besar di Kobe pada 1995. Ditambah lagi utang pemerintah yang mencapai 2x GDP, permasalahan menuanya usia penduduk, dan masih banyak lagi, membuat tahun 1990 an disebut sebagai “lost decade” di Jepang. Akhirnya Jepang pun dilewati oleh China. Jepang memang dalam krisis, namun ekonominya masih tetap sangat tinggi untuk standar dunia sekalipun. GDP daerah Kanto (Tokyo dan sekitarnya) masih setara dengan keseluruhan Britania Raya. GDP daerah Kansai (Osaka dan sekitarnya) masih setara dengan keseluhan negeri Belanda.

Orang Jepang

Sebagai sebuah negara kepulauan yang relative terisolasi dari bangsa asing selama berabad-abad, populasi Jepang relatif sangat homogen. Lebih dari 97% warga Jepang adalah orang asli Jeapng. Minoritas kebanyakan dari etnis China dan Korea, dengan total sekitar 2 juta jiwa. Orang Jepang dikenal dengan kesopanannya dan dikenal cukup ramah pada pendatang. Generasi muda Jepang biasanya tertarik untuk bertemu dan berteman dengan wisatawan asing.

Namun ada juga orang-orang Jepang yang tertutup pada bangsa asing. Orang-orang ini dapat dibagi menjadi 2. Pertama, mereka yang memang rasis dan malas berurusan dengan orang asing (外人 gaijin). Kedua, orang yang malu saja. Banyak teman bule saya yang bercerita bahwa orang Jepang terutama generasi tua agak enggan berbicara dengan mereka karena takut tidak bisa bahasa Inggris. Banyak pula teman Jepang saya yang berkata bahwa mereka mengaku sungkan bila berbicara dengan orang Eropa, dll karena malu akan kemampuan berbahasa Inggrisnya.


Budaya Jepang

Kebudayaan Jepang sangat unik karena dulu sempat terisolasi untuk waktu yang sangat panjang. Kebudayaan China lah yang amat berpengaruh di Jepang. Bahkan orang yang bisa menulis huruf Mandarin akan sangat terbantu ketika ingin belajar kanji Jepang.

Untuk keagamaan, Jepang memiliki dua tradisi religius, yang pertama adalah Shinto (神道), agama animisme yang memiliki sejarah panjang di Jepang. Kedua adalah Buddhisme.Agama nasrani dibawa oleh para pendatang dan misionaris Eropa, dulu dilarang dan dihancurkan pada masa shogun, namun sekarang mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat Jepang. Islam, Hinduisme juga dapat ditemui namun pengikutnya kebanyakan hanya pendatang. Agama selain Shinto dan Buddhisme hanya kecil sekali prosentasenya.

Secara keseluruhan, orang Jepang kebanyakan tidak religius. Meskipun mereka sering datang ke kuil untuk berdoa dan ketika festival keagamaan, ajaran dan doktrin agama nyaris tidak mempengaruhi kebudayaan sehari-hari. Pernah diadakan polling, ternyata orang Jepang 80% Shinto, 80% Buddhis. Karena orang Jepang biasa tidak membedakan antara kuil yang dikunjungi antara Buddha atau Shinto. Bahkan banyak kuil Buddhisme dan Shinto yang terletak berdampingan tanpa pagar. Banyak pula dikatakan orang Jepang adalah penganut Shinto ketika hidup namun Buddhis ketika meninggal, karena biasanya pernikahan dan festival mengikuti tradisi Shinto dan pemakaman mengikuti tradisi Buddhisme. Agama nasrani dapat diamati secara kultural. Banyak orang yang punya kuil Shinto namun pada bulan Desember pasang pohon natal. Santa Klaus, lomba menghias telur paskah juga dapat ditemui di sekolah-sekolah Jepang terutama yang di kota besar.

Untuk hiburan, biasanya orang Jepang akan minum bir sepulang kerja. Dan ketika pulangnya kemalaman dan ketinggalan kereta, mereka akan tidur di stasiun atau taman dan cepat-cepat mengambil kereta pertama waktu subuh ke rumah, mandi, dan langsung berangkat ke tempat kerja. Jangan kaget melihat pemandangan ini di Jepang. Selain minum bir, karaoke (カラオケ) juga sangat popular. Begitu juga dengan pachinko, lotere, dan bentuk perjudian lain. Untuk permainan, Go (囲碁 igo), shogi (将棋), Mahjong (麻雀 mājan) merupakan game yang terkenal di Jepang. Sedangkan olahraga yang paling populer adalah baseball.


Musim di Jepang


Musim Semi (Spring) dimulai pada Maret sampai Juni dengan berkembangnya bunga sakura. Suhunya hangat namun tidak panas, dan jarang terjadi hujan.

Musim Panas (Summer) dimulai pada Juni, jadi sangat panas pada Juli dan Agustus (mencapai 35-40 derajat Celcius di Tokyo), saya sering kabur di Hokkaido kalau terlalu panas. Banyak sekali festival menarik pada musim panas ini, termasuk festival kembang api (花火大会 hanabi taikai)

Musim Gugur (Fall) dimulai pada September. Banyak sekali angin topan namun masih lebih baik cuacanya dibanding pada musim panas.

Musim Dingin (Winter) pada akhir November sampai akhir Februari. Tokyo dan Osaka biasanya tidak terlalu dingin. Tokyo juga minim salju, jarang sekali turun salju, kalaupun turun hanya tipis dan tidak bertahan lama. Di Hokkaido baru banyak saljunya, di Sapporo sangat menarik festival es pada musim dingin ini.


Kota-Kota di Jepang



Jepang dibagi menjadi 9 daerah yaitu:
Hokkaido, pulau di utara yang penuh salju di musim dingin
Tohoku (Aomori, Miyagi, Akita, Fukushima, dll), di sebelah utara pulau Honshu, banyak seafood yang enak dan tempat terjadinya gempa bumi dan tsunami yang menghantam reactor nuklir di Fukushima beberapa waktu lalu.
Kanto (Tokyo, Yokohama, Gunma, Ibaraki, Chiba, Saitama, dll)
Kansai (Osaka, Mie, Kyoto, Nara, Hyogo, Kobe) pusat kebudayaan
Chubu (Niigata, Toyama, Nagano, Shizuoka, Nagoya, Aichi, dll.) tempatnya gunung Fuji
Chugoku (Tottori, Okayama, Hiroshima, dll)
Shikoku (Kagawa, Kochi, Tokushima)
Kyushu (Saga, Fukuoka, Nagasaki, Kagoshima, Miyazaki)
Okinawa, di ujung selatan Jepang, memiliki budaya yang relatif berbeda dengan bagian Jepang yang lain.

Kota-kota yang populer di kalangan wisatawan adalah Tokyo, Kanazawa, Hiroshima, Nagasaki, Osaka, Kyoto, Nara, Sapporo, dan Sendai.


Visa Jepang untuk WNI


Informasi Visa, Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Menurut definisi pihak imigrasi Jepang, arti kata visa adalah “sebuah rekomendasi yang diberikan kepada warga negara asing untuk dapat masuk ke negara Jepang dan bukan berarti izin mutlak atau jaminan untuk dapat masuk ke negara Jepang. Keputusan terakhir untuk dapat masuk atau tidak ke negara Jepang akan diberikan oleh pihak Imigrasi Jepang pada saat mendarat di Jepang.”

Meskipun tertulis begitu, kecil kemungkinan bila sampai ditolak masuk waktu di bandara Jepang meskipun punya visa.
Ada beberapa macam visa Jepang, namun yang biasa untuk wisatawan adalah VISA KUNJUNGAN SEMENTARA (WISATA) DENGAN BIAYA SENDIRI. Syaratnya:
.
1. Paspor, udah jelas
2. Formulir permohonan visa dan Pasfoto terbaru (ukuran 4,5 X 4,5 cm), ini ada bisa didownload di websitenya kedubes Jepang
3. Foto kopi KTP (Surat Keterangan Domisili), udah jelas
4. Fotokopi Kartu Mahasiswa (hanya bila masih mahasiswa), udah jelas
5. Bukti pemesanan tiket (dokumen yang dapat membuktikan tanggal masuk-keluar Jepang), bisa berupa tiket booking (gak usah bayar)
6. Jadwal Perjalanan (semua kegiatan sejak masuk hingga keluar Jepang), ada formatnya yang bisa didownload
7. Fotokopi dokumen yang bisa menunjukkan hubungan dengan pemohon, seperti kartu keluarga, akta lahir, dlsb. (Bila pemohon lebih dari satu), udah jelas
8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan kayak buku tabungan, rekening koran, dll. selama 3 bulan terakhir (bila penanggung jawab biaya bukan pemohon seperti ayah/ibu, maka harus melampirkan dokumen yang dapat membuktikan hubungan dengan penanggung jawab biaya)


Anggaplah untuk 1 hari stay di Jepang anda harus punya tabungan 1 juta tapi anda kan sebenarnya bisa menghemat jadi setengahnya. Kalau anda mau di Jepang 14 hari tapi cuma punya uang 10 juta, anda booking pesawatnya, permohonan visanya 5 hari saja. Pasti anda dikasih 15 hari. Begitu juga kalau mau sebulan, coba ajukan 17 hari visa pasti dikasih 30 hari. Karena untuk WNI cuma ada 15 hari dan 30 hari untuk kunjungan singkatnya.


Datang ke Jepang


Jika naik pesawat ke Tokyo, ada 2 airport yakni Haneda Airport (HND) dan Narita Airport (NRT). Saya lebih suka Haneda sebab dekat dari pusat kota dan juga tempat tinggal saya di Shinjuku. Narita cukup jauh dari kota dan kalau tidak terpaksa saya akan menghindari untuk menggunakan Narita. Kalau ke Osaka, biasanya penerbangan internasional akan keKansai International Airport (KIX). Di luar ketiga airport tersebut, biasanya jarang sekali penerbangan internasional dari Indonesia. Dari Indonesia, ada direct flight ke Tokyo menggunakan Garuda, kalau gak salah dari Soekarno-Hatta (CGK) dan dari Denpasar (DPS). Berangkatnya malam, sampainya pagi. Sangat bagus karena tidak buang waktu. AirAsia juga ada sampainya malam-malam jam 11 (sering jemput teman). Sementara saya sendiri pengguna setia Cathay Pacific, ada beberapa flight ke Hongkong. Cathay Pacific terbang juga dari Jakarta, Surabaya, dan Denpasar.

Kalau naik kapal? Mungkin kalau ada yang bosan naik pesawat, ada kapal ferry internasional dari Busan ke Fukuoka namun biasanya malah lebih mahal dibanding pesawat. Saya pernah coba JR Kyushu Ferry dari Fukuoka ke Busan sekali jalan hampir ¥15.000 dan waktu perjalanan sekitar 4 jam. Katanya ada juga Busan ke Osaka, sekitar 20 jam tapi saya gak pernah naik jadi kurang tahu. Untuk ke dan dari China ada beberapa kapal juga, antara Shanghai ke Osaka, Tianjin ke Osaka, dll. Untuk ke Rusia juga ada, ke pulau Sakhalin dari Wakkanai. Ke Vladivostok juga ada tapi memakan waktu sekitar 3 hari. Perjalanan naik kapal ini sangat tidak direkomendasikan untuk orang yang baru pertama kali ke Jepang. Mungkin buat yang sudah sering sampai bosan dengan yang biasa-biasa.


Tempat Tinggal Selama di Jepang

Ya, Jepang memang sangat mahal. Tokyo misalnya, jangankan kita melihat dari mata orang Indonesia saja. Dari mata dunia pun Tokyo termasuk yang paling mahal. Berkali-kali Tokyo mendapat predikat kota termahal di dunia. Memang mencari tempat tinggal yang murah di Jepang terutama untuk jangka waktu pendek / wisatawan cukup susah. Kalau mau disini dalam waktu lama, biaya itu akan lebih terjangkau. Selama pengalaman saya di Jepang, ternyata mitos Jepang itu mahal banget, dll itu tidak 100% benar. Berikut beberapa Youth hostels (ユースホステル yūsu hosuteru), yang recommended, ini sepengetahuan saya saja kalau ada tambahan silahkan PM akan saya masukin juga:

TOKYO

Ini saya baru nemu ada orang Indonesia yang menyewakan apartemen harian di Tokyo, bukan Tokyo sih tepatnya Chiba. Itu deket Disneyland Tokyo tapi lumayan jauh sama Shinjuku, dll. Tertulis 290.000, sepertinya lumayan harganya dan karena faktor orang Indonesianya juga, mungkin ybs bisa menolong kalau ada perlu apa-apa, tolong yang udah pengalaman ke sini kasih review yeah.. Apartemen Harian di Chiba, deket Disneyland Tokyo

di Taito-ku, dekat Ueno. Mulai ¥2200, kalau stay lebih lama bisa dapet harga diskon sampai ¥2000. Coba tawar menawar saja, bisa dinego.

Khaosan Tokyo Guesthouse.
Ini mereka ada beberapa cabangnya, langsung ke websitenya saja. Mulai ¥2000. Yang di Sumida-ku yang jaga agak bajingan, harus dihindari. Untuk info kalau memang terpaksa di sana, bisa tanya.

Sakura Hostel.
Ini juga lumayan tapi agak mahal sedikit, mulai ¥2500

K's House Backpacker's Hostel
ini lumayan terkenal, katanya teman ane sih bagus tapi agak mahal mulai ¥3000

OSAKA

Guesthouse Osaka. Ini dia spesialisnya guesthouse di Osaka. Punya banyak cabang. Ramah sekali. Sehari mulai ¥2000, kalau sebulan bisa ¥40.000 an, bisa bantu carikan apartemen dll. Silahkan cek di website mereka

J Hoppers mulai ¥2500, silahkan buka J Hoppers

KYOTO
J Hoppers mulai ¥2500.

K's House Backpacker's Hostel
mulai ¥2500

HIROSHIMA

K's House Backpacker's Hostel
mulai sekitar ¥2000

SAPPORO
DK Guesthouse Sapporo mulai ¥1500 semalam, kalau bulanan bisa ¥20.000 Coba cek di sini.

Ino's Place Sapporo mulai ¥3000


Makanan Selama di Jepang


Banyak orang yang bilang biaya hidup di Jepang ngeri banget. Ya memang mahal tapi sebenarnya tidak semahal itu juga asal kita makannya juga gak rewel. Saya pernah membuktikan bahwa dalam sebulan ¥10.000 itu cukup kalau makan dirumah saja.

Kalau makan diluar makanan barat, makanan yang aneh-aneh kayak Brazil, Meksiko, India, sashimi/sushi memang mahal, tapi ada juga beberapa yang murah terutama Yoshinoya (ini banyak terkenal di kalangan mahasiswa dan pekerja kantoran karena ada menu-menu sekitar ¥300), Ramen, Curry Rice kalau di pusat kota kayak Shinjuku, Shibuya, Ueno, Tokyo Station, dll bisa ¥600 an, kalau di pinggiran bisa ¥400. Yang kayak Yoshinoya lainnya ada Tenya (てんや), MOS Burger, Beckers (ini punyanya JR atau perusahaan kereta maka banyak di subway… murah), Ootoya (大戸屋), Soup Stock Tokyo (macem-macem sop!), Lotteria (burger), First Kitchen (pizza, pasta, dll) Coco Ichibanya (macem-macem kare), fastfood barat kayak Wendy's, KFC, McDonald, restaurant chain lokal tapi namanya barat kayak Jonathan's, Skylark, Denny's, Royal Host, Sunday Sun, Volks, untuk kopi Starbucks dan Doutor Café. Dan kalau anda mau juga bisa cari di convenience strore (semacam Indomaret, Alfamart gitu lah) seperti Sunkus, 7-Eleven, Lawson, Marusho, dll itu ada banyak makanan bento (set nasi kotak), mie, spaghetti, dll dengan harga dibawah ¥500. Mie instant dapat ditemukan dimana-mana sekitar ¥100, air mineral ¥150 yang 2L, biasanya di hostel banyak yang disediakan secara gratis. Ingat air ini kalau di convenience store yang di pusat kota biasanya lebih mahal. Teh oolong, teh hijau, dll yang besar 2L sekitar ¥200, milk tea sekitar ¥300. Mie siap makan seperti Pop-Mie gitu juga bisa ditemukan dimana-mana.

Kalau memang agan-agan beneran pengen ngirit, saya sarankan bawa abon, mie, dll dari Indonesia.

Kalau makanan semacam sushi gitu biasanya 1 set isi 8 sekitar ¥800 kalau di supermarket, kalau di depot spesialis atau di restoran biasa bisa ¥1500-¥5000. Di warung sushi langganan ane di dekat Edogawabashi ¥2000 isi 8. Kalau sashimi beli di restoran mahal, bisa 2-3x lipatnya sushi sebab sashimi gak pake nasi. Jangan heran. Dagingnya lebih mahal lah. Sashimi kalau memang harga gak masalah bisa makan di Tsukiji Market, ada yang 1 slicenya ¥3000. Kalau pengen hemat makan sashimi bisa ke supermarket malem-malem biasanya didiskon sampai 60-80% sebab orang Jepang bener-bener mau yang segar. Tapi ini biasanya masih enak dan gak bikin sakit perut kok, sebab saya sering banget beli. Anda harus rebutan sama orang ekspatriat Afrika biasanya suka juga sashimi murah tapi mereka bukan buat dimakan tapi buat digoreng.

Untuk yang upper class makanannya banyak sekali gan, di Ginza ada fine dining yang 1 gelas air mineralnya dihargai ¥6000. Itu silahkan agan cari sendiri, gak bakal habis di Tokyo.

Untuk snack kue-kue dll, banyak banget ditemui biasanya sekitar ¥100-¥300 per kue.

Itu harga-harga di atas ane jelasin berdasarkan kondisi kota besar kayak Tokyo dan Osaka, untuk kota-kota lainnya bisa lebih murah. Bisa kurang sekitar 30%. Kalau di Okinawa apalagi semakin murah. Intinya di Tokyo kalau ngirit, sehari ¥1000 itu bisa banget.


Sistem Pembayaran di Jepang


Uang di Jepang adalah YEN, atau kalau bule bilangnya JPY. Simbolnya biasa banyak di toko-toko, dalam bahasa Jepang dibaca “en” tanpa huruf y. Sekarang ini kursnya sekitar 90-95 yen untuk 1 US Dollar, kalau dalam rupiah sekitar 100 sampai 110 rupiah per yen.

Koin yen ada 1 yen (silver), 5 yen (tembaga berlubang), 10 (tembaga), 50 (silver lobang), 100 (silver), dan 500 yen (ada yang gold ada yang silver). Hati-hati dan ingatlah bahwa koin 100 yen anda itu nilainya lebih dari 10.000 rupiah, dan 500 yen anda lebih dari 50.000 rupiah. Jangan sampai jatuh! Hehehe.

Uang kertas ada 1000, 2000, 5000, dan 10.000 yen. Jangan takut beli 100 yen bayar pakai 10.000, gak akan dimarahi oleh kasirnya.

Di Jepang, usahakan bawa cash karena budaya asia timur memang biasanya lebih suka pakai uang yang kelihatan mata, jangan kaget kalau banyak orang Jepang yang bawa uang ratusan juta di tasnya... cukup umum. Kecuali kafe, hotel yang modern baru punya credit card. Itupun kadang ada minimal pembeliannya.

Agan kalau ke Jepang saya sarankan tukar JPY dari Indonesia karena di Jepang susah banget mau nukarin rupiah. Atau kalau gak pengen bawa cash banyak, bisa ke ATM atau di Jepang disebut キャッシュコーナー kyasshu kōnā (dari bahasa inggris “cash corner”, “pojok tunai”. Tapi ingat bahwa ATM ini kebanyakan TIDAK MENERIMA KARTU DEBIT BANK ASING, ada pilihan lain yakni cashing (キャッシング kyasshingu), bisa tarik tunai dari credit card. ATM yang bisa dipakai kartu asing antara lain 7 BANK, biasa di 7-Eleven. JP Bank (ゆうちょ Yū-cho) atau bank kantor pos. Citibank, HSBC (香港上海銀行)dan bank internasional lain. Paling enak pakai 7 BANK karena buka 24 jam dan gampang ditemui (7-Eleven).

Kejahatan di Jepang minim gan, jadi gak usah takut bawa cash banyak Dompet jatuh asal jelas namanya, e-mailnya, dll kebanyakan pasti dibalikin sama orangnya yang nemu. Kalau dompet hilang coba cari pos polisi tulisan KOBAN. Polisinya biasanya akan ramah dan helpful tapi kadang kurang bisa bahasa Inggris kendalanya.

Jangan memberikan TIP di Jepang karena akan dianggap sebagai penghinaan. Biasanya tip sudah masuk dalam service charge 2%, 5% dll yang ditarik oleh restoran.


Transportasi di jepang


TOKYO

Pertama yang akan dibahas adalah transportasi di Tokyo, untuk transportasi ke airportnya. Bagaimanakah transportasi dari dan ke airport? Pertama, saya sarankan untuk terbang ke Haneda karena lebih dekat dari pusat kota seperti Shinjuku, Shibuya, Harajuku, dll. Tapi bila anda berencana tinggal di daerah yang dekat Narita seperti Disneyland misalnya, silahkan pilih Narita. Setahu saya, LCC AirAsia terbang ke Haneda. Narita Airport itu sendiri sekitar 80 km di sebelah timur Tokyo dan cukup jauh. Jika anda tinggal di Shinjuku dan akan terbang dari Narita pagi-pagi, cukup susah untuk kesana tepat waktu tanpa pakai taksi terutama untuk yang belum familiar dengan jalur-jaluir, platform kereta, dll (disarankan mencoba dulu jalurnya sehari sebelumnya, hehehe).

Dari dan ke Narita, paling gampang memakai Skyliner ke stasiun Nippori atau Ueno (sekitar 45 menit, ¥2400 – buka dari pagi, pastikan sepagi mungkin ke Nippori karena Skyliner ini cum 30 menit sekali kalau pagi, rugi kalau ketinggalan), dari Nippori atau Ueno anda bisa lanjutkan perjalanan memakai train / metro / subway. Pilihan lainnya adalah memakai Narita Express yang langsung ke Tokyo Central Station, Shinjuku, Shibuya. Cukup mahal, ¥3000, sekitar 1 jam perjalanan, ini kalau punya JR Pass bisa dipakai tanpa harus bayar lagi. Bagaimana kalau taksi? Taksi resmi bandara yang gak pakai argo sekitar ¥17.000, taksi yang pakai argo ¥30.000 dari Shinjuku. Selain mahal, kena macet gan. Sangat tidak disarankan.

Haneda Airport adalah airport lama nya Tokyo tapi lebih dekat dari pusat kota. Kebanyakan untuk penerbangan domestik tapi sekarang mulai digunakan lagi untuk internasional. Di Haneda ini paling gampang pakai Tokyo Monorail ke Hamamatsucho (¥470) sekitar 30 menit atau 1 jam kalau antri. Di Hamamatsucho ini ada JR Yamanote line, langsung ke Shinjuku, Shibuya, Ueno, Harajuku, Takadanobaba, dll dan anda sudah bisa dengan mudah menjangkau tujuan anda pakai subway jadi sangat mudah, dan kalau anda punya JR Pass bisa digunakan juga. Kalau mau transfer dari Haneda ke Narita juga ada Limousine Bus ¥3000 sekitar 90 menit. Taksi? Ke Shinjuku, Shibuya, Tokyo Central Station sekitar ¥6000. Kalau anda sampai Haneda tengah malam dan gak mau habis taksi, saya sarankan tidur dulu di airport. Nanti jam 5 pagi semua transportasi udah mulai jalan.

Ada lagi airport lain untuk low cost carrier, jarang terdengar untuk orang asing. NamanyaIbaraki Airport di Ibaraki, sekitar 100 km di utara Tokyo. Ini ada flight ke Taiwan, China, Korea, Hongkong untuk yang internasionalnya. Selebihnya domestik. Naik bus dari Tokyo Central
Station kena ¥500.

Belilah Suica atau PASMO di airport begitu anda datang. Kartu ini dapat digunakan untuk pembayaran kereta, beli makanan di toko kecil, di vending machine, dll. Bisa digunakan di semua transportasi di Tokyo kecuali Shinkansen dan limted express. Depositnya ¥500, maksimal bisa menyimpan ¥20,000. Kalau nggak mau beli PASMO atau Suica akan sangat susah karena tiap kali pakai kereta harus bayar dulu. Sekali jalan di train dan subway berkisar ¥110 sampai ¥310. Kereta ini beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam 1 malam

OSAKA

Airport yang kemungkinan anda sambangi kalau main ke Osaka dari penerbangan internasional adalah Kansai International Airport (KIX). Anda bisa ke tengah kota pakai Kansai Airport Line dan Nankai Electric Railway. Untuk penerbangan domestik biasanya ke Airport yang lama yakni Osaka Airport atau biasa disebut Itami Airport. Di Airport ini anda belilah ICOCA, mirip PASMO atau Suica yang bisa digunakan di Osaka, Hiroshima, Nagoya, dan juga Tokyo. Atau kalau mau keliling Kansai area dalam 5 hari (Nagoya, Mie, Kyoto, Nara, dll) bisa pertimbangkan beli Kintetsu Rail Pass yang bisa dibeli di Kansai Airport Agency Travel Desk di KIX. Selain itu juga bisa pertimbangkan beli Osaka One-Day Pass ¥850 untuk semua transportasi di Osaka. Sama seperti Tokyo, subway nya Osaka juga modern, intensif, efisien, dan sangat mudah digunakan. Osaka juga punya semacam Yamanote Line nya Tokyo yakni JR Osaka Loop Line (Kanjo-Sen). Selain itu bisa coba beli sepeda untuk keliling di Osaka. Sepeda baru bisa ¥20000, tapi sepeda bekas ada yang ¥5000 an, coba cari di sekitar Osaka Castle. Tanyakan juga kalau sepedanya mau dijual lagi bisa dia beli berapa. Jadi semacam sewa lah. Minta penjual sepedanya daftarin sepedanya di polisi, kalau nggak didaftarin anda akan dianggap maling sepeda.

ANTARKOTA

Untuk transportasi antar kota memang paling popular yaitu Shinkansen. Shinkansen adalah kereta peluru Jepang yang cepat dan terkenal. Mau naik Shinkansen bisa dari Tokyo Station. Atau untuk kereta yang ke utara seperti ke Fukushima, Sendai, Akita, dll bisa dari Ueno. Shinkansen yang paling cepat untuk jalur ini adalah Hayate dan Hayabusha. Untuk rute ke barat seperti Osaka, Kyoto bisa juga naik di Shinagawa. Shinkansen ke Osaka, misalnya, berangkat sekitar 10 menit sekali. Ada 2 jenis yakni Nozomi dan Hikari. Nozomi paling cepat, antara 2 jam 20 menit sampai 2 jam 30 menit ¥14050, untuk Hikari kira-kira 3 jam ¥13750. Untuk yang mau murah bisa naik bus, tentunya agak lama dan kurang nyaman dibandingkan shinkansen. Pusat bus di Tokyo ada di Shinjuku Highway Bus Terminal (新宿高速バスターミナル) di West Exit dan di Tokyo Station tepatnya Yaesu-minamiguchi (八重洲南口) xit. Yang dari Shinjuku itu bus swasta seperti Keio Bus. Untuk yang dari Tokyo Station itu bus nya JR. Kalau punya JR Pass, naik bus ke Osaka, Kyoto, Nagoya sudah termasuk dalam JR Pass itu tapi kalau punya JR Pass ngapain naik bus enakan naik Shinkansen. Ada juga Willer Express, Kokusai Kogyo Bus, Odakyu Bus, Nishi Tokyo Bus, dll tapi saya pribadi lebih nyaman pakai JR Bus atau Shinkansen. Willer punya terminal sendiri di barat stasiun Shinjuku (di gedungnya Sumitomo), ada juga yang dari Tokyo Station dan Disneyland. Dari sana bisa langsung ke Osaka. Di Osaka Willer akan stop di Umeda Sky Building, Doyama-cho, Osaka Station, dan Tennoji Park. Willer Tokyo-Osaka sekitar ¥3500 untuk bus malam, untuk yang bagus kursinya sekitar ¥10000, kalau siang bisa ¥5000, sedikit lebih mahal dari JR bus. Hankyu, Keihan, Kintetsu Bus juga ada dari Shinjuku dan Tokyo Station ke Osaka tapi lebih mahal lagi. Saya pribadi menyarankan pakai kereta saja, atau kalau memang pengen budget ya pakai JR Bus saja. Willer masih boleh tapi saya pribadi lebih suka JR Bus.

Dari Osaka ke Okayama pakai Shinkansen sekitar 45 menit (¥6000), ke Hiroshima 1 jam 30 menit (¥10000), ke Fukuoka sekitar 2 jam 30 menit (¥15000). Ke Kyoto ada shin-kaisoku (special rapid) tapi agak mahal, biasanya orang kalau mau murah naik Hankui Railway. Begitu juga dengan ke Kobe (30 menit) untuk yang pengen lihat Koshien atau stadium baseball markasnya Hanshin Tigers. Ke Nara sekitar 45 menit dari Osaka Station pakai JR. Ke Nagoya selain pakai Shinkansen (¥5700) juga bisa pakai Urban Liner sekitar 2 jam (¥4000).

Untuk JR Pass, anda harus beli dulu di luar negri baru ditukarkan dengan tiketnya (bawa paspor) di airport Jepang. Di Singapore bisa belinya.

Gimana Mau Kontak Keluarga di Indonesia?


Jepang memang canggih teknologinya tapi cukup susah juga mau komunikasi untuk wisatawan asing. Pertama, perlu ditegaskan bahwa di Jepang mau beli nomer HP lokal urusannya ribet sekali dan nyaris tidak mungkin beli untuk orang dengan visa turis. Harus pakai kartu resident di Jepang baru bisa beli. Anda bisa gunakan telepon umum (公衆電話 kōshū denwa) yang ada dimana-mana, coba cari yang bisa internasional (ada tulisannya) dan anda sebelumnya harus beli kertu telepon internasional dulu (ada di kios-kios), kalau nggak tarifnya bisa mahal sekali.

Kalau anda memang butuh HP (携帯電話 keitai denwa / keitai) coba anda sewa saja. Di Haneda, Narita misalnya coba anda keliling saja nanti akan ketemu persewaan HP. Ada juga sewa Iphone, paket internet, WiFi router, dll. Meskipun sudah ada harga fixednya, itu bisa ditawar. Coba nego saja. Kalau saya jadi anda sih mending paket internet saja jadi bisa kirim e-mail buat keluarga di rumah atau lewat social network gitu.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 komentar: